ExposeBanten.com | Lebak – Prestasi dan realita di lapangan tampaknya lagi nggak sefrekuensi nih. Di saat Gubernur Banten, Andra Soni, baru saja sumringah menerima penghargaan terkait pembangunan jalan desa, warga Kampung Parung Desa Intenjaya Kecamatan Cimarga Kabupaten Lebak, malah punya cara “nyeleneh” buat protes.
Bukannya demo di kantor pemerintahan, mereka lebih milih menanam padi dan pohon pisang langsung di tengah jalan yang rusak parah dan berlumpur, Jumat (13/2/2026) lalu.
Aksi warga yang viral di salah satu akun TikTok ini merupakan puncak kekecewaan karena akses satu-satunya penghubung Desa Intenjaya dan Desa Cikulur tak kunjung diperbaiki.
Padahal, jalanan tersebut adalah urat nadi aktivitas sehari-hari warga yang selama ini cuma kenyang dikasih janji tanpa bukti nyata.
Sontak, pemandangan “sawah dadakan” di badan jalan ini memicu reaksi pedas dari netizen. Akun @razka Bahar langsung melontarkan komentar menohok.
“Gubernur Andra Soni kemana dia,” tulisnya di kolom komentar.
Sementara itu, akun @RHy memberikan sindiran yang nggak kalah tajam dengan meminta sang Gubernur diberi penghargaan lagi atas kondisi tersebut.
“Waduh,,, harus diberi penghargaan lagi ini pak Gubernurnya,” celetuknya.
Melihat kontrasnya antara piagam penghargaan yang dipajang di kantor dengan lumpur yang harus dilewati warga setiap hari, publik kini mendesak adanya evaluasi total.
Banyak pihak berharap penghargaan yang diterima Gubernur Andra Soni ditarik kembali atau setidaknya ditinjau ulang.
Tuntutannya jelas: jangan cuma jago di atas kertas, tapi pastikan pembangunan jalan desa di seluruh pelosok Banten benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat kecil. (Abo)
