ExposeBanten.com | Tangerang – Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, pada Selasa 27 Januari 2026 berjalan aman dan terkendali.

Menanggapi isu diskriminasi peliputan, Camat Kemiri, Rudi Hadikarsono, menegaskan bahwa penerapan kartu peserta bagi jurnalis merupakan bagian dari protokol penertiban agar ruangan rapat tidak menumpuk, bukan bentuk penghalangan tugas jurnalistik.
Camat Rudi Hadikarsono memastikan pemerintah kecamatan tetap menjunjung tinggi keterbukaan informasi publik, namun harus menyeimbangkan partisipasi warga dengan kenyamanan ruang kerja saat Musrenbang berlangsung.
“Saya tegaskan, tidak ada niat sedikitpun menghalang-halangi rekan wartawan. Ini murni soal keterbatasan ruang dan protokol agar acara tetap kondusif. Justru kami ingin jalannya musyawarah berjalan khidmat,” ujar Rudi saat ditemui, Rabu (28/1/2026).
Mengenai keluhan teknis konsumsi, Camat Rudi memberikan klarifikasi langsung. Ia menyebut pernyataan santainya di lapangan merupakan solusi praktis agar operasional di lapangan tidak terhambat, bukan untuk merendahkan profesi awak media.
“Kalau ada masalah teknis atau konsumsi, ya tinggal koordinasi ke kami, beli, nanti saya bayar. Itu solusi biar acara lancar, tidak ada maksud meremehkan,” tegasnya.
Terkait anggaran yang disorot, Rudi menjelaskan bahwa situasi di lapangan terkadang dinamis.
“Anggaran itu ada, namun secara administrasi sedang berjalan. Penertiban ini lebih pada kepatuhan aturan teknis agar Musrenbang berjalan prosedural dan efisien,” tambahnya.
Sebelumnya, beredar kabar adanya ketegangan terkait akses liputan. Namun, pihak kecamatan memastikan bahwa seluruh informasi pembangunan tetap terbuka untuk masyarakat luas. (Red)
