ExposeBanten.com | Tangerang – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Kresek untuk RKPD Tahun 2027 mendadak riuh dan penuh inspirasi.
Di tengah rapat penyusunan rencana pembangunan yang partisipatif, anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi Partai Golkar, Mahtuda Fudianto, melontarkan terobosan berani: mendirikan Balai Adat di wilayah Kecamatan Kresek.
Usulan ini langsung menjadi perhatian utama, karena membawa visi pelestarian budaya dan memperkokoh identitas lokal, sejajar dengan kecamatan lain di Kabupaten Tangerang yang lebih dulu memiliki pusat adat.
“Saya ingin Kecamatan Kresek memiliki balai adat seperti di wilayah Kecamatan lain di Kabupaten Tangerang,” ucap Mahfudz Fudianto, dewan dari Partai Golkar yang akrab disapa Bimo.
Tak sekadar wacana, Bimo langsung meminta jajaran kepala desa yang hadir untuk bergerak cepat mencari mekanisme pelaksanaannya.
“Langkah yang harus diambil agar balai adat ini ada, saya minta kades mencari tahu mekanismenya, nanti saya dorong penuh,” ujar Bimo, menegaskan komitmennya selaku wakil rakyat.
Tidak berhenti pada paparan gagasan, agenda Musrenbang yang dihadiri Camat Kresek, tokoh masyarakat, dan organisasi kepemudaan ini diakhiri dengan aksi sosial.
Dewan Bimo secara simbolis menyerahkan bantuan sembako kepada Camat Kresek untuk didistribusikan kepada warga terdampak banjir di wilayah tersebut.
“Kami turut prihatin atas musibah yang terjadi. Semoga bantuan ini meringankan beban masyarakat. Semoga yang terdampak diberikan kesehatan dan ketabahan,” ungkap Bimo.
Langkah ini, menurutnya, sejalan dengan pesan dari Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tangerang sekaligus Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, yang menginstruksikan agar seluruh pihak kompak dan bahu-membahu menanggulangi dampak banjir.
Musrenbang ini pun menjadi penanda ganda, perencanaan pembangunan yang matang, sekaligus kepedulian nyata wakil rakyat bagi warga Kresek. (AboSopian)
