ExposeBanten.com | Tangerang – Gemuruh doa dan tabur bunga mewarnai Taman Makam Pahlawan (TMP) Taruna, Kota Tangerang, Minggu (25/01/2026).
Di balik nisan-nisan putih itu, bersemayam jasad para pemuda tangguh yang 80 tahun lalu gugur demi memastikan anak cucu mereka bisa menghirup udara kebebasan.
Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, bersama jajaran pemerintah daerah dan TNI, hadir tidak sekadar untuk seremonial.
Kehadiran mereka adalah bentuk hormat kepada Mayor Daan Mogot dan para taruna Akademi Militer Tangerang yang syahid dalam Peristiwa Lengkong, 25 Januari 1946.
Pengorbanan yang Tak Mengenal Sekat
Dalam suasana khidmat, Wabup Intan mengingatkan bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini dibayar dengan harga yang sangat mahal: nyawa para pemuda.
Kala itu, kata Intan, mereka bergerak berani melucuti senjata tentara Jepang demi kedaulatan bangsa.
“Semangat perjuangan, pengorbanan, dan keikhlasan para pahlawan ini harus menjadi napas kita dalam membangun daerah. Kita berhutang budi pada cita-cita mereka,” ujar Intan Nurul Hikmah dengan penuh haru.
Senada dengan hal itu, Danrem 052/Wijayakrama, Brigjen TNI Faisal Rizal, menegaskan bahwa para pahlawan yang gugur tidak pernah bertanya apa suku atau agama kawan di sebelah mereka.
“Semuanya untuk Indonesia. Patriotisme tanpa sekat inilah yang harus dicontoh pemuda zaman sekarang,” tegasnya.
Bukan Sekadar Upacara, Tapi Aksi Nyata
Memahami bahwa cara terbaik menghormati pahlawan adalah dengan membantu sesama, peringatan Hari Bakti Taruna ke-80 ini pun menyentuh langsung akar rumput.
Tidak hanya ziarah, kepedulian nyata ditunjukkan melalui aksi sosial bagi warga yang membutuhkan.
Tercatat, sebanyak 200 warga kurang mampu dan warakawuri di wilayah Tangerang Raya menerima santunan sebagai bentuk tali kasih.
Selain itu, aksi kemanusiaan berupa donor darah yang diikuti 200 peserta turut digelar, memastikan bahwa semangat “setetes darah untuk sesama” tetap hidup sebagaimana para pahlawan dahulu memberikan darah mereka untuk tanah air.
Melalui momen ini, Pemerintah dan TNI mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat api sejarah Peristiwa Lengkong.
Bukan sekadar diingat sebagai tragedi, tapi sebagai pengingat bahwa di tanah Tangerang, pernah lahir ksatria-ksatria muda yang mencintai negerinya melebihi nyawa mereka sendiri. (AboSopian)
