Angkot si Benteng (Foto/Abo)
ExposeBanten.com | Tangerang – Ketua Umum Front Banten Bersatu (FBB) H. Moch Soleh, MA., berikan kado tahun baru kepada Pemerintah Kota Tangerang, yakni membongkar kembali praktek Pengadaan angkot ‘Si Benteng’ yang terindikasi adanya kerugian negara.
Ketum FBB mengungkapkan bahwa sudah lama terjadi praktek lelang pengadaan Angkot Si Benteng dikota Tangerang. Namun sampai saat ini, belum pernah tersentuh oleh penegak hukum akan kebenaran kasusnya.
“Praktek pengadaan Angkot Si Benteng sudah lama terjadi, namun sampai sekarang belum pernah ada yang di periksa oleh penegak hukum,” ungkap H.Soleh Ketum FBB kepada ExposeBanten.com, Sabtu (27/12/2025).
“Padahal sudah lama juga saya laporkan ke Mabes Polri, namun sampai sekarang belum terdengar ada tindak lanjutnya,” sambungnya.
Ketum FBB menyebut, indikasikan modus operandi praktek lelang pengadaan dilakukan dengan cara ada hitungan yang janggal anggaran harga angkot Si Benteng, bila diakumulasikan dengan APBD Kota Tangerang.
“Saya punya bukti dan data-datanya. Nanti akan di lampirkan dalam surat laporan dugaan praktek lelang yang akan saya kirimkan ke Kejati Banten dan Polda Metro Jaya, untuk ditindaklanjuti,” ucapnya.
Dirinya berharap, pihak Kejati Banten dan Polda Metro Jaya tidak males dan cepat tanggap untuk menindaklanjuti kasus tersebut.
Lebih lanjut Ketum FBB menduga, bahwa praktek pengadaan lelang Angkot Si Benteng, sepertinya sudah direncanakan dan dilakukan secara terorganisir.
“Katanya program tersebut mendesak dan harus segera direalisasikan, namun faktanya Angkot si Benteng hampir satu tahun tidak beroperasi,” tutur H.Soleh.
Lanjutnya,” Plat mobilnya pun atau nomor polisi (Nopol) awalnya plat merah, kemudian diganti jadi plat kuning,” tegasnya. (AboSopian)
