ExposeBanten.com | Lebak – Kabupaten Lebak yang kini berusia 197 tahun terus bergerak menuju arah pembangunan yang lebih maju untuk mewujudkan Lebak Ruhay.
Dengan wilayah yang terbentang seluas 3.426,56 km², terdiri dari 28 kecamatan, 340 desa, dan 5 kelurahan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak di bawah kepemimpinan Bupati Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Wakil Bupati Amir Hamzah berupaya mempercepat pembangunan melalui visi “Lebak Ruhay”, Rukun, Unggul, Hegar, Aman, dan Yakin.
Visi tersebut menjadi pedoman dalam memperkuat infrastruktur, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memberdayakan potensi lokal, serta menyelesaikan persoalan-persoalan strategis yang selama ini dihadapi masyarakat Lebak.
Satu Tahun Kepemimpinan: Hasil Pembenahan Mulai Terlihat
Memasuki satu tahun masa kerja periode 2024–2029, sejumlah perubahan signifikan mulai tampak di lapangan.
Di pusat ibu kota Rangkasbitung, perbaikan infrastruktur yang sebelumnya banyak dikeluhkan masyarakat kini menunjukkan hasil. Ruas Jalan Siliwangi (GOR Ona) dan beberapa jalan kota lainnya telah diperbaiki dan lebih nyaman dilalui.
Penataan lingkungan juga menjadi bagian penting dari agenda pembenahan. Di pintu masuk kota, baik dari arah Mandala maupun Cimarga, tumpukan sampah yang sebelumnya mengganggu estetika kini digantikan dengan area yang lebih bersih dan tertata.
Di kawasan Stasiun Rangkasbitung, relokasi pedagang kaki lima dan pedagang subuh ke Pasar Semi Narimbang menciptakan tatanan baru yang lebih rapi. Area parkir pun kini lebih tertib sehingga aktivitas masyarakat menjadi lebih nyaman.
Perbaikan juga dilakukan pada ruas Jalan Dalem menuju perapatan Bojong Leles yang sudah lama rusak. Jalan tersebut kini telah dibeton dan mempermudah mobilitas warga.
Sementara itu, revitalisasi Alun-Alun Rangkasbitung tengah berlangsung, memberikan harapan hadirnya ruang publik yang lebih representatif bagi masyarakat.
Tantangan Besar Masih Menanti
Meski ada kemajuan, Pemkab Lebak tetap dihadapkan pada pekerjaan besar yang memerlukan solusi jangka panjang dan kebijakan berbasis data.
Infrastruktur jalan desa menjadi tantangan utama. Berdasarkan laporan Kompas (2025), sekitar 1.617 kilometer jalan desa di Lebak masih dalam kondisi rusak dan membutuhkan perbaikan bertahap.
Di sektor ketenagakerjaan, Badan Pusat Statistik (BPS) Lebak mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mencapai 7,30 persen pada Agustus 2025, meningkat dari 6,23 persen pada 2024. Dari total penduduk 1.449.203 jiwa, terdapat 105.792 warga yang belum memiliki pekerjaan tetap.
Di luar itu, masalah rumah tidak layak huni (RTLH), keberlanjutan hunian sementara (Huntara) di Kecamatan Lebak Gedong, hingga kebutuhan peningkatan sarana kesehatan seperti Poskesdes di sejumlah wilayah turut menjadi catatan penting.
Persoalan regulasi tenaga honorer serta keterbatasan akses pupuk bagi petani juga menuntut solusi konkret agar stabilitas sektor pertanian tetap terjaga.
Kolaborasi Pentahelix: Kunci Mengakselerasi “Lebak Ruhay”
Untuk menangani berbagai persoalan pembangunan, Pemkab Lebak terus mendorong kerja kolaboratif melalui model pentahelix: pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.
Model ini diyakini dapat mempercepat proses pembangunan, terutama dalam perbaikan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, hingga pemberdayaan ekonomi lokal.
Peran masyarakat dan tokoh lokal juga sangat krusial sebagai pemberi masukan berbasis kebutuhan nyata di lapangan.
Dengan sinergi yang kuat, berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Menatap Masa Depan Lebak yang Semakin “Ruhay”
Di momentum Hari Jadi ke-197 ini, semangat memperbaiki dan membangun Lebak menjadi lebih baik terus digelorakan.
Pemkab Lebak menyampaikan optimisme bahwa visi “Lebak Ruhay” dapat terwujud apabila seluruh komponen daerah bergandengan tangan dalam kerja bersama.
Pembangunan yang inklusif, kebijakan yang berpihak pada rakyat, serta tata kelola pemerintahan yang transparan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Kabupaten Lebak yang maju dan sejahtera.
Dirgahayu ke-197 Kabupaten Lebak. Semoga Lebak semakin maju, semakin mandiri, dan semakin “Ruhay”.
Penulis: Mohamad Iyos Rosyid, S.KPm., M.AP, Akademisi STISIP Banten Raya / Pemerhati Kebijakan Publik Kabupaten Lebak
