ExposeBanten.com | Kab.Tangerang – Sikap sejumlah Kepala Puskesmas (Kapus) di Kabupaten Tangerang menuai sorotan publik. Mereka membungkam pada saat salah satu LSM bersurat terkait Program Makanan Tambahan (PMT) di wilayah masing-masing.
Surat klarifikasi meminta penjelasan terkait transparansi dan realisasi PMT yang diperuntukkan bagi balita, ibu hamil, dan kelompok rawan gizi lainnya.
Namun, menurut informasi yang didapat, para Kapus malah ramai-ramai mengarahkan LSM tersebut ke Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.
Hasil penelusuran yang dihimpun, sikap diam para Kapus ini bukan tanpa alasan.
Para Kapus mendapat arahan dari Sekretaris Dinas Kesehatan (Sekdis) Kabupaten Tangerang untuk tidak menjawab surat dari LSM, mengarahkan agar seluruh komunikasi dan klarifikasi hanya dilakukan melalui Dinas Kesehatan.
Sementara, ketua Front Banten Bersatu (FBB) DPD Kabupaten Tangerang, Asep Supriatna, menyayangkan sikap para Kapus seperti itu tidak mencerminkan pelayanan publik.
“Program Makanan Tambahan (PMT) sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan status gizi masyarakat, khususnya balita dan ibu hamil, wajar saja salah satu LSM bersurat klarifikasi, meminta penjelasan,” Ujar Asep Kepada ExposeBanten.com, Rabu (12/11/2025).
“Hal wajar, LSM bersurat, karena bersumber dana APBD, Namun tanpa adanya transparansi dan pengawasan yang jelas, program tersebut rentan disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” Sambungnya.
Ia juga berharap keterbukaan informasi publik selalu di kedepan oleh pejabat terutama para pelayanan masyarakat agar tercipta kepercayaan. (AboSopian)
